Showing posts with label serba serbi. Show all posts
Showing posts with label serba serbi. Show all posts

Tuesday, 22 April 2014

bangun pagi

jam sudah menunjukkan jam 4 pagi ... 

banyak dari kita pasti akan hanya bangun dan mematikan alarm di handphone atau jam wakker yang berbunyi,  dan beberpa pasti juga akan ada yang mengatakan .. masih belum jam 6, yang mempunyai pekerjaan jam 9 pagi harus sudah di kantor, tapi pada kenyataanya jam 9 pagi di kantor , pagi pasti akan banyak kesiapan yang di butuhkan apalagi orang orang yang bekerja di kota-kota besar seperti jakarta, dengan bangun pagi kita mempunyai banyak waktu yang cukup untuk mempersiapkan diri utnuk berangkat kantor tepat waktu karena waktu tempuh ke kantor juga membutuhkan waktu.

dalam agam jelas bahwa bangun pagi lebih bagus dari pada bangun siang dalam islam pun mewajibkan bangun pagi, (waktu subuh).  sebenarnya dalam ilmu kesehatan banyak juga manfaat yang kita dapatkan selain waktu yang cukup untuk persiapan ke kantor, bangun pagi selain menyehatkan secara fisik juga menyehatkan secara mental, keseimbangan ini pasti akan membantu produksivitas dan membantu menjalankan aktivitas sepanjang hari dengan mood yang lebih baik. 

mood baik bagaimana bisa? , coba anda bayangkan bila anda terbangun siang hari pasti semua akan serba terburu waktu, mandi , sarapan , ganti baju , atau sebagainya , atau mungkin bagi yang masih tinggal di kos atau kontrakan , yang harus antre menggunakan kamar mandi pasti jadi serba repot, yang ujungnya adalah mood kita pasti berubah. 

bila di tambah lagi anda bekerja di kota kota sibuk seperti jakarta, masih belum di hadang oleh macetnya lalulintas yang akan semakin pada menjelang siang. 

bagaimana untuk bisa bangun pagi dan menikmatinya ? 
untuk bangun pagi cukup anda tidak begadang pada malam harinya , mudah kan , bila anda seorang pekerja keras setidaknya anda harus punya konsisten dengan waktu anda sendiri, mengatur jadwal kerja dan mengatur jadwal istirahar anda, 

kurangi kegiatan yang kurang penting, seperti berselancar di internet, game , nonton TV , kebiasaan ini akan mengurangi jam tidur anda, sebagai mana di sarankan bahwa manusia idelanya adalah tidur 8 jam sehari, pasti nya bila jam tidur berkurang akan mengurangi konsentrasi anda pada esok nya. pada penelitian lainya mengatakan bahwa jam tidur setiap individu berbeda beda, 

jadi berapa jam yang anda butuhkan untuk tidur ? coba lakukan percobaan sedehana ini , tidurlah saat anda telah merasakan kantuk, pastikan jam berapa anda berada di tempat tidru dan esoknya pastikan jam berapa anda bangun tanpa menggunakan alaram, nah mungkin itulah durasi jam tidur anda, 

setelah mengetahuinya maka cukupkanlah jam tidur anda,bila sudah terbiasa maka anda tidak akan susah lagi bangun pagi lagi, anggpalah bangun pagi merupakan kesempatan yang di berikan tuhan pada kita dengan bangun pagi akan ada banyak waktu yang bisa kita kerjakan , bila bosan dnegan rutinitas , kita bisa merencakan hal hal baru, misalnya yang berkaitan dengan hobi, 

beberapa penelitian menunjukan bahwa bangun pagi Membuat orang lebih sukses,  penelitian pada tahun 2008 yang dilakukan di texas University menemukan bahwa mahasiswa yang sering bangun pagi memiliki nilai yang lebih tinggi pada GPA mereka dibandingkan dengan mahasiswa yang suka begadang dan jarang bangun pagi.

Orang yang bangun pagi lebih bahagia, kenapa ? , ingat mood yang baik untuk anda akan juga berpengaruh pada sekitar anda, Penelitian menunjukkan bahwa manula cenderung lebih bahagia daripada anak-anak muda karena mereka lebih sering bangun pagi. Sementara anak-anak muda dan dewasa yang sering bekerja dan bermain hingga larut malam, dan jarang bangun pagi memiliki mood yang lebih buruk setiap harinya.

orang yang bangun pagi juga memiliki tubuh yang lebih sehat dan bugar,  orang yang bangun pagi akan memiliki semangat untuk berolah raga dan menghirup udara segar. Kebanyakan orang yang sukses memiliki kebiasaan bangun lebih pagi. 

orang yang bangun pagi  Lebih produktif, ini disebabkan karean orang yang bangun lebih pagi mempunyai banyak waktu untuk menyiapkan segala sesuatnya sebelum dia bekerja , maka dia akan menjadi orang yang paling siap dalam hal bekerja. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh profesor biologi di University of Education di heidelberg menemukan bahwa orang yang bangun lebih pagi memiliki energi yang lebih banyak.

bangun pagi Membuat mental lebih sehat dan positif, ingat bahwa bangun pagi membuat mood kita lebih baik, dengan mood yang baik maka akan membuat pikiran dan mental kita lebih optimis, orang yang optimis cenderung akan berpikir positif.

sedikit lebih jelaskan, tidak ada yang salah dengan anda bangun siang atau susahnya anda bangun pagi , namun sesuatu yang juga dalam kehidupan sehari hari ini bisa menjadi hal yang paling mendukung anda sukses kenapa tidak anda lakukan, 

Sunday, 20 April 2014

tips memulai entreprenur

saat membaca sebuah forum indonesia seya mendapatkan thred yang menurut saya sangat bagus untuk membantu menunjang kita kita yang ingin memulai usaha berikut saran dari agan tersbut : 


1. Mulailah dengan menjadi pengamat atau pendengar yang baik. Sama kaya PDKT, perlakukan pasar sebagai cewek, dia akan mendekat jika kita mau mendengarkan, dia akan membuka hatinya ketika kita mengenal dirinya lebih baik, dan dari mendengar kita bisa menawarkan sesuatu yang bisa meluluhkan hatinya. Pasar adalah sesuatu yang unik, dan untuk memahaminya, kita hanya perlu mencoba menjadi pengamat yang baik.

2. Mulailah dari kebun sendiri, jangan pedulikan kebun tetangga. Ketika agan sudah memahami permintaan pasar, mulailah dengan meninvetarisir apa yang kita punya, lalu cocokkan dengan kebutuhan pasar. Misal ternyata di kampus banyak orang tidak bisa membuat power point yang bagus, dan kita punya kemampuan tersebut, kenapa tidak memulai untuk menawarkan jasa? Atau misal kita pegawai pabrik tahu, ternyata banyak sekali limbah tahu yang tidak dioptimalkan, sedangkan banyak peternak di sekitar rumah yang sulit mendapatkan pakan, nah kenapa tidak dihubungkan?


3.Nongkrong adalah salah satu asset bangsa Indonesia. Serius gan, Indonesia merdeka karena bung Karno itu nongkrong dengan bung Hatta dkk, S*vel laris di Indonesia karena jadi tempat tongkrongan. Artinya lakukan langkah 1 dan 2, lalu kemudian sharing dengan teman -teman agan. Pahami resiko dan peluang lalu cari siapa yang paling bisa diajak kerjasama atau memiliki resource yang agan butuhkan untuk memulai bisnis. Contoh agan mau buka toko snack keliling, ternyata ada teman yang punya mobil yang bisa dipake untuk usaha, itu tandanya untuk kolaborasi.


4. Pemikiran keren, tidak akan terlihat keren jika tersimpan dalam otak. Ini sama kayak agan ngaku ganteng, tapi muka di kaos kakiin melulu, siapa yang tau? artinya ketika sudah memiliki konsep, patner, dan strategi pemasaran, tuliskan dalam bentuk proposal atau bisnis plan.. klo guah seringnya make bisnis model kanvas, usefull banget. Fungsi bisnis plan juga untuk mencari investor, dan bisnis plan yang baik akan membuat agan lebih percaya diri dalam memulai bisnis


5. Self branding, tapi bukan jual diri. Artinya, ketika agan sudah memilih sebuah produk atau jasa mulailah membranding diri sendiri dengan produk atau jasa yg agan geluti, misal agan jual tempe, buat orang mengenal agan sebagai tukang tempe, jadi klo dipanggil sama teman jadi "agan tempe", jadikan apa yang agan jual hal yang bisa mendefinisikan agan, bukan sebaliknya... lakukan penjualan secara sistematis dan anggun dengan melihat berbagai aspek tapi jangan pernah langsung obral besar2an, boleh kasih bonus tapi harus dengan tujuan


6. Jual apa yang agan tahu, bukan apa yang agan ingin. Banyak pemula yang memiliki percaya diri berlebih dan ego yang tinggi, sehingga dia percaya 100% pada produk yg dia jual adalah yang terbaik, atau konsep bisnis yang dia mulai adalah yang terbaik, padahal itu hasil dari mencotek bisnis orang lain. Seperti awal yang guah bilang, bisnis itu adalah bagaimana memberi, artinya bisnis yang bisa survive adalah bisnis yang mampu memenuhi kebutuhan pasar, bukan yang paling laku. klo agan cuman berpatokan pada laku atau tidaknya sebuah barang, niscaya agan akan terkena sebuah hukum "siklus bosan" atau diserang "siklus bajakan". Artinya mulailah bisnis pertama kita dengan apa yang kita suka sehingga kita paham berbagai macam aspek, agan suka sepeda, mulailah dengan jual spare part sepeda karena agan pasti paham kualitas dan supplier, jangan malah jual smartphone, karena saat ini smartphone lagi laris.


7. Lakukan dengan hati dan tetap bermimpi. Pada akhirnya, langkah 1 hingga 6 akan menjadi omong kosong, jika agan tidak memiliki daya tahan, ingat sukses itu adalah sebuah proses artinya berkorelasi dengan waktu... instan itu cuman mie..bukan kita... Kenapa harus hati? karena mungkin produk kita banyak yg punya, tapi hati kita tetap milik kita (naun coba ) maksudnya dengan hati adalah beri produk atau jasa agan sebuah diffrensiasi dengan kompetitor, dan menurut guah itu hanya bisa dilakukan dengan hati yg tulus 

gimana cukup bagus kan setidaknnya sedikit membantu wawasan berpikir kita ...

Saturday, 19 April 2014

inovasi product awesome

dalam keseharian banyak di antara kita ingin lebih praktis dalam mengerjakan sesuatu, sebenarnya banyak ide sederhana yang bila di aplikasikan dalam kesaharian menjadi hal yang sangat luar biasa seperti beberapa hasil karya di bawah ini : 

1. meja bundar yang bisa berubah menajdi 2 kali lebih besar

2. pintu yang yang bisa di buka secara efisien 


 3. lampu LED yang bisa di kontrol dengan smartphone

4. wadah lilin 

5. tempat skalr yang bisa menyala bila gelap 


sebuah ide yang sederhana membuat  inovasi product awesome

Monday, 14 April 2014

10 toko buku inspiratif dunia

1. Libreria Alta Acqua, Venice, Italia.
Foto: Vicky Flipflop

2. Atlantis, Santorini, Greece

3. Bart’s Books, Ojai, California
Foto: Susie Lee

4. Book/Shop, Oakland, California

5. Word on Water, London

6. The Abbey Bookstore, Paris, France 
Foto: Craig Finlay

7. Barter Books, England

8. Books Actually, Singapore

9. Brazenhead Books, New York

10. Les Bouquinistes, Paris, France
Foto: William Vandivert, Time Life Pictures, 1939

Thursday, 10 April 2014

ciri ciri pengguna otak kanan dan kiri


CIRI2 YG MENGGUNAKAN OTAK KANAN:

1.memilih kelas seni atau puisi daripada matematika atau sains

2.ingin bekerja bidang kreatif,sosial,penasihat,guru,dll

3.percaya pada kekuatan imajinasi

4.tidak suka hal2 yang memeras otak

5.menyukai buku novel atau non fiksi

6.bisa mengingat mimpi2 dengan jelas

7.lebih suka menyewa dvd daripada berita

8.mudah mengerti makna2 foto dan gambar yang dilihat,,daripada angka2

9.suka menggunakan perasaan dan feelling yang kuat untuk mengambil keputusan



ciri2 yg menggunakan otak kiri:

1.ingin bekerja sebagai dokter gigi,akuntan,penasihat keuangan,progamer,peneliti,teknisi.... dsb

2.suka baca koran,majalah atau buku fiksi,,tapi kurang suka dengan novel

3.tertarik gengan hal2 mesin

4.lebih memilih jadi arsitek di bandingkan interior

5.pandai berbicara

6.kesal kalo terlambat

7.memutuskan sesuatu berdasarkan fakta,,bkan berdasarkan perasaan

Kata-kata Usang bahasa indonesia Dibuang Sayang



Kapan terakhir Anda mendengar kata ini : tapal gigi? Untuk Anda dari generasi tua, pasti sudah sangat lama tidak mendengar istilah ini, untuk Anda dari generasi muda mungkin malahan belum pernah mendengar istilah ini. Tapal gigi sama dan sebangun maknanya dengan ’pasta gigi’ atau ’odol’. Di iklan koran jadul tahun 1950an, bisa kita temukan kata ’tapal gigi’ ini mempromosikan produk ’Prodent’ misalnya. Tanpa kita sadari istilah ’tapal gigi’ ini perlahan-lahan surut dan menghilang dari peredaran wacana. ’Tapal gigi’ adalah salah satu kata/istilah yang belum masuk museum atau masuk kotak (dalam istilah linguistik archaic atau obsolete), namun hampir-hampir tak pernah dipakai orang lagi.



Alasan kata-kata ini tak dipakai orang bisa bermacam-macam. Mungkin karena kata tersebut mengacu kepada nama benda-benda yang sudah tidak lagi dipakai di zaman sekarang ini. Mungkin juga karena ada istilah penggantinya yang lebih afdal dan lebih akurat. Namun tak sedikit yang memudar dalam memori masyarakat tanpa alasan yang jelas. Just blowing in the wind alias hilang bersama angin lalu.



Kata-kata yang masuk kategori ‘nyaris tak terdengar’ mengacu pada kata benda yang dianggap usang, antara lain : terompah, perigi, pinggan, gergasi, gada, sais, biduk, pelanduk, hotel prodeo, penyamun, pusara, steno, ladam, pencahar, belanga, penatu, biduan, sokongan, kendi, kembang gula, buah pinggang, periuk api, suryakanta, hartawan, kertas buram, dawat, sembilu, onak, dangau. Berapa persen dari kata-kata yang disebutkan di atas masih Anda kenali maknanya? Kata ’gergasi’ misalnya mengacu pada sosok raksasa dalam cerita dongeng, ’gada’ adalah senjata pemukul berbentuk tangkai dengan bulatan bergerigi yang sering dipakai oleh Bima dalam hikayat wayang. Buah pinggang adalah ginjal, periuk api adalah granat dan suryakanta adalah kaca pembesar. Kata-kata di atas memang masih resmi terdaftar dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, namun mengalami nasib yang ’merana’ (ini juga kata yang dewasa ini jarang dipakai) bak ditinggal pacar. Saya tertarik dengan kata ’sokongan’ yang sebenarnya bisa dipakai untuk padanan kata ’support’, namun lagi-lagi dia sudah tersisihkan.



Kata-kata kerja dan kata-kata sifat juga cukup banyak yang terancam masuk ke dalam kotak barang rombengan, sekali pun menurut saya banyak di antaranya yang justru sangat indah untuk dipakai. Misalnya frasa ’anjing menyalak’ (atau penggunaan metafora ’tembakan menyalak di tengah malam buta), mendendangkan lagu’, ’ia berkata dengan nyaring’, ’langit-langit yang tiris’, ’rambutnya ikal’, ’pohon yangrindang’, ’kaum papa’, ’mengetam kayu, ’polisi gadungan’, ’angin sakal’, ’penjaga yang garang’, ’penat bekerja’, ’suaranya merdu’, ia sangat rupawan’,’matanyaterbeliak’, ’ia menghardik’. Bahkan nama hari Minggu di suratkabar tempo doeloe ditulis dengan ’hari Ahad’.



Coba saya ingin mengetes cakrawala bahasa Anda dengan kata berikut ini : buku. Apa yang tercetus dalam benak Anda mendengar kata ini? Semua dari Anda pasti akan menjawab dengan ’kitab atau pustaka’. Selain dari permaknaan ini, apalagi yang bisa dilukiskan dengan kata ’buku’ ini? Ya, sebagian besar daripada kita sudah tak mengingat lagi bahwa ’buku’ juga bermakna ’tempat pertemuan dua ruas (jari, buluh, bambu, tebu)’. Lalu kata pekan, apa yang tercetus dalam pikiran Anda selain makna ’minggu’ (week). Ya, kita pun sudah hampir lupa pelajaran membaca di kelas 1 SD yang berbunyi ’ibu pergi ke pekan’ yang tak lain bermakna ’ibu pergi ke pasar’.



Saya akan mengakhiri tulisan ini juga dengan iklan seorang tabib di sebuah koran jadul yang antara lain menyebutkan sanggup mengobati penyakit pitam. Penyakit apa gerangan itu? Tak lain dia adalah penyakit tekanan darah tinggi atau hipertensi. Zaman selalu berubah, kata-kata yang kini populer, bisa saja menjadi kata usang esok lusa. Namun seperti judul tulisan saya ini : kata-kata usang dibuang sayang.

manfaat lain coca cola/softdrink ber soda

1. Menghilangkan karat pada besi
Cara: Kertas aluminium foil yang telah dicelupkan di Coca Cola
kemudian
digosok-gosokkan pada daerah berkarat, cara ini bisa juga
digunakan untuk
mengendorkan ikatan kawat yang terlalu kencang dan berumur
dengan mengganti
kertas aluminium dengan kain.
Dapat juga membersihkan karat pada karburator. Panaskan
mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air
radiator. Anda akan melihat karat yangrontok bersama air
tersebut.

2. Membersihkan noda lemak, minyak dan darah dari baju
Cara: Celupkan daerah yang terkena noda pada Coca Cola lalu
dicuci seperti
biasa.

3. Membuat saus barbeque (agar rasa ayam bakar dan daging
bakar lebih enak)

Cara: Anda bisa mengkombinasikan Coca Cola dengan kecap
dan campuran saus yang
biasa anda gunakan untuk membakar daging untuk
menghasilkan tekstur beraroma
lezat.

4. Menghindari serangan asma
Cara: Berdasarkan beberapa buku kedokteran populer, untuk
menghindari serangan
asma, anda bisa meminum dua kaleng Coca Cola pada saat
gejala asma muncul.

5. Memasak Daging Sapi Panggang Lebih Empuk Dan
Bertekstur Enak

Cara: Anda bisa menggunakan Coca Cola ini untuk memanggang
daging sapi
panggang, sebelum dimasukkan ke oven daging tersebut bisa
disiram dengan Coca
Cola. Hasilnya adalah daging yang empuk di dalam dan bercita
rasa tinggi dan
warna lezat berwarna kecoklatan di bagian luar.

6. Menghilangkan hama siput di taman
Cara: Campurkan satu tempat satu tempat kecil dengan Coca
Cola di taman
secukupnya, beberapa hari kemudian hama
tersebut akan mati.

7. Membersihkan noda toilet duduk yang susah dibersihkan
Cara: Menyiramkan satu kaleng Coca Cola dan diamkan selama
1 jam lalu tarik
flush-nya.

8. Mengurangi Konstipasi
Cara: Meminum sekaleng Coca dapat menyebabkan efek
laksatif yang berguna untuk
mengurangi konstipasi.

9. Membersihkan kacamata
Cara: Jika anda kehabisan cairan pembersih kacamata, maka
anda bisa memasukkan
kacamata tersebut ke Coca Cola lalu diangkat dan disiram
dengan air bersih dan
diusap dengan kain yang lembut.

10. Membersihkan noda pada uang logam
Cara: Masukkan uang logam ke dalam Coca Cola lalu diamkan
selama 1 jam dan lap
dengan kain yang bersih.

11. Menyuburkan tanaman bunga dan tanaman lain di taman
anda

Cara: Siram bunga-bunga ini dengan Coca Cola untuk
meningkatkan keasaman pada
tanah, keasaman ini mempengaruhi
pertumbuhan tanaman sehingga tanaman cepat berkembang.

12. Menghilangkan sakit perut dan maag
Cara: Biarkan Coca Cola terbuka selama beberapa saat, lalu
setelah gelembungnya
hilang, anda bisa meminumnya untuk menghilangkan sakit
perut.

13. Mempercepat pembuatan pupuk kompos
Cara: Menambahkan Coca Cola pada tempat penampungan
pupuk kompos dapat
menanmbah tingkat keasaman dan kandungan gula pada Coca
Cola memberi makan
mikroorganisme untuk meningkatkan perubahan organik pada
pupuk kompos.
manfaat lain coca cola/softdrink ber soda28-09-2013 23:31

Tuesday, 8 April 2014

the last home work from japan teacher

Kisah nyata ini datang dari Jepang, sosok guru selain memberikan pelajaran akademis juga ikut memberikan pendidikan. Guru istimewa ini mampu merasakan kalau waktunya hidup didunia tak lama lagi, sehingga ia menulis pekerjaan rumah terakhir bagi muridnya yang membuat orang terharu. 

Sebelum guru tersebut menghembuskan nafas terakhir, dirinya masih sempat menuliskan PR untuk para siswanya. Jika umumnya para murid malas mengerjakannya, maka PR yang satu ini membuat para siswanya menangis.





Guru tersebut menuliskan PR tersebut di papan tulis, dengan sebauh kapur ia mulai menuliskan tugas terakhir kepada murid-muridnya. Berikut tugas yang diberikan sang guru:

PR Terakhir
Tidak ada batas waktu.
Jadilah orang yang bahagia.
Saat kalian mulai mengerjakan tugas ini, mungkin aku sudah ada di surga.
Tidak usah buru-buru mengerjakannya. Kalian bebas menggunakan waktu yang dimiliki.
Tapi suatu hari, tolong kumpulkan padaku dan katakan, "Aku sudah melakukannya. Aku sudah bahagia."
Aku akan menunggu.

Tentunya PR tersebut menjadi PR paling mengharukan di dunia. Bahkan salah satu akun Twitter membagikan foto terakhir dari papan tersebut. Guru yang menuliskan tugas ini baru saja meninggal.
Namun apa yang ia sempat lakukan di nafas-nafas terakhirnya sungguh mengesankan. Ia benar-benar melakukan tugasnya sebagai seorang guru, yaitu memastikan bahwa anak didiknya bukan hanya belajar atas tuntutan akademis. Namun juga untuk menjadi seorang yang bahagia.

sumber | wowunic.blogspot.com | http://entertainment.lintas.me/go/dreamersradio.com/inilah-pr-terakhir-mengharukan-dari-seorang-guru-yang-meninggal-dunia

kapan oksigen ada di bumi

Manusia bergantung pada oksigen untuk hidup. Zat itu dihasilkan oleh tanaman melalui proses fotosintesis dengan memanfaatkan sinar matahari.Para peneliti memprediksi organisme pertama yang bisa melakukan fotosintesis muncul sekitar tiga miliar tahun lalu. Keberadaan oksigen justru membunuh banyak organisme sel tunggal di masa itu.

Kadar oksigen diperkirakan sudah melonjak tajam 2,5 miliar tahun lalu. Masa itu dikenal sebagai Era Oksidasi Besar. Sebuah studi para peneliti dari Universitas Yale yang dimuat pada jurnal Nature Geoscience, 23 Maret 2014, menunjukkan organisme yang bisa melakukan fotosintesis sudah muncul sebelum terjadi lonjakan kadar oksigen di bumi.

Pada masa awal bumi, sebelum tanaman muncul, organisme sel tunggal bergantung hidup pada zat kimia seperti hidrogen, metan, dan belerang. Keberadaan oksigen justru meracuni organisme anaerob.Mereka mati ketika alga biru-hijau yang dikenal sebagai cyanobacteria mengembangkan fotosintesis dan mulai mengeluarkan oksigen.

Cyanobacteria mengubah sinar matahari menjadi gula dan menghasilkan oksigen sebagai limbahnya. Kombinasi antara oksigen yang reaktif dengan metal dan protein dalam sel sangat mematikan bagi organisme anaerob. Untuk membuktikannya, ahli kimia geologi dari Universitas Yale, Noah Planavsky, melakukan analisa terhadap kadar molybdenum dan besi di batuan berusia 2,95 miliar tahun dari Afrika Selatan. Batuan Pongola itu berada dalam perairan dangkal di dekat pantai.

Metal dipakai sebagai ukuran adanya proses fotosintesis. Sementara isotop molybdenum atau elemen dengan jumlah proton sama, namun memiliki neutron yang berbeda digunakan untuk melacak oksidasi pada mangan. "Proses ini membutuhkan oksigen dengan kadar tinggi," kata Planavsky.

Jejak kimia yang terdeteksi di batuan tersebut menandakan cyanobacteria memproduksi oksigen di permukaan air laut. "Studi kami menunjukkan ada perkembangan cyanobacteria di lautan," kata Planavsky.

Bukti lain menunjukkan kadar oksigen melonjak tajam 500 juta tahun sebelum cyanobacteria pertama mengembangkan fotosintesis dan Era Oksidasi Besar berlangsung. Peneliti berpendapat bumi berperan dalam meningkatkan kadar oksigen saat kontinen berkembang.

Erosi pada kerak bumi dan perubahan gunung berapi menyemburkan gas ke atmosfer. Perubahan geologi menyebabkan atmosfer mulai dipenuhi oksigen. "Ada hubungan antara evolusi biologis dan evolusi geologis dalam perubahan besar sepanjang sejarah bumi," kata Planasvky.

kaskus...

Thursday, 3 April 2014

merek asli produksi indonesia

1. Lea

Walaupun nama dan logo tampilannya berbau Amerika, tapi sebenernya brand/merk ini adalah produk Indonesia. Masalah model dan kualitas, tak perlu diragukan lagi. Brand ini adalah produk kualitas ekspor. Jadi pasti tidak pernah kalah saing dan selalu berdiri sejajar dengan jeans merk luar negeri di pusat perbelanjaan manapun.

2. Tomkins

Brand ini menyediakan berbagai sepatu olahraga, dari sepatu bola, sepatu futsal, dan sepatu olahraga lainnya. Ukurannya pun lengkap dari sepatu dewasa shingga anak-anak. Anda tidak perlu heran dengan kesan namanya yang sangat luar negeri. Tomkins benar-benar produk local, asli Indonesia.

3. J.CO Donuts and Coffe

Tahun 2005, outlet pertama J.CO Donuts ane coffe dibuka di Supermall Karawaci. Sejak itu J.CO terus mengembangkan usahanya di berbagai daerah di Indonesia. Dengan mengandalkan racikan donat dan kopi berkualitas internasional, perusahaan lokal dengan cita rasa internasional ini terus berkembang. J.CO bahkan telah ada di berbagai Negara di Asia seperti Malaysia, Singapura, Philipina, China. Perusahaan ini dimiki oleh Johhny Andrean.

4. Maspion

Iklan Maspion terkenal dengan ungkapan “Cintai produk-produk Indonesia!”. Maspion memang merupakan perusahaan lokal yang terkenal dengan produk alat-alat elektronik keperluan rumah tangga mulai dari setrika, blender, kipas angin sampai AC. Perusahaan yang berpusat di Surabaya ini memulai bisnisnya dari tahun 1960-an dengan fokus menghasilkan alat-alat rumah tangga.

5. Polygon

Pasti anda mengenal merek sepeda yang satu ini. Mulai dari sepeda gunung, sepeda mini, sepeda BMX, sampai sepeda lipat telah dikeluarkan oleh pabrik sepeda yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur ini. Soal kualitas, anda tidak perlu meragukannya. Banyak pengguna biasa sampai komunitas penggemar sepeda memakai produk lokal ini. Rupanya pemilik Polygon memilih strategi bisnisnya dengan menjual barangnya di luar negeri lebih dahulu sebelum menjualnya di dalam negeri, agak miris memang alasan dia mengambil taktik seperti ini, yang rupanya disebabkan karena orang-orang Indonesia cenderung lebih percaya dengan produk luar negeri ketimbang produk lokal.

6. Polytron

Mungkin saja di rumah anda memiliki tv, radio tape atau alat elektronik lain ber-merk Polytron. Tapi saya yakin kebanyakan anda tidak mengetahui kalau ternyata produk ini asli Indonesia. Perusahaan yang mempunyai pabrik di Kudus dan Semarang ini bisa dibilang sudah jaminan kualitas. Karena sejak tahun 1970-an perusahaan ini telah membuat televisi dan dengan kualitas yang tidak kalah dengan buatan Korea dan Jepang.

7. Byon

Perkembangan teknologi ternyata tidak membuat bangsa kita melulu hanya menjadi penonton saja. Byon ikut hadir meramaikan tren komputer jinjing atau yang biasa kita sebut notebook. Dengan harga jual yang lebih murah, Byon bukanlah produk asal-asalan. Melainkan punya konsep yang cukup unik, yaitu notebook yang dapat di-upgrade seperti komputer desktop. Kehadiran Byon mebuktikan bangsa kita juga mampu membuat produk berteknologi tinggi. Jadi jangan heran jika produk ini terkenal murah, mengapa? karena ini produk indonesia. Jadi untuk yang berada di indonesia tidak kena pajak, jadi lebih murah kan.

8. CFC

CFC (California Fried Chicken) sudah terkenal dengan cita rasa ayam gorengnya yang nikmat dan gurih. Tahukah Anda bahwa perusahaan ini merupakan perusahaan Indonesia. Memang nama yang dimiliki perusahaan ini sangat mencerminkan Negara Amerika. Namun ternyata produknya murni asal Indonesia. Kebanggaan yang dimiliki CFC terletak pada ciri khas rasanya yang sebanding dengan ayam goreng asal Amerika. Awalnya, perusahaan ini bernama California Pioneer Chicken. Namun sejak tahun 1988, namanya diganti menjadi California Fried Chicken hingga sekarang. Restoran yang dikelola PT Pioneerindo Gourmet Tbk itu tidak ada keterkaitan bisnis sama sekali dengan pihak atau perusahaan asing manapun. Hingga berumur 29 tahun di tahun 2012 ini telah memiliki lebih dari 120 gerai yang tersebar di banyak kota Indonesia. CFC membutuhkan tak kurang 30 hingga 40 ton ayam pedaging setiap minggunya. Namun jika memasuki hari raya Lebaran, Natal, dan Tahun Baru kebutuhan itu meningkat menjadi 40 hingga 50 ton perminggu.

9. Essenza

Ketika televisi marak dengan iklan norak namun ketika muncul iklan minimalis elegan dan semi monokromatik. Dengan slogan no tile like it. Kesan eksklusif yang membungkus Essenza, membuat orang membatin, Produk mana sih? Italia ya? Nyatanya, Essenza adalah produk asli Indonesia yang sukses diekspor ke Italia, juga 25 negara. Berbasis di Tangerang, sejak produksi komersialnya tahun 2003, PT Intikeramik Alamasri Industri Tbk telah mengekspor ke Singapura dan Amerika Serikat, dan berhasil. Faktor penyeimbang yang membawa keuntungan, di saat pasar domestik lesu. Kini, Essenza bahkan termasuk salah satu produsen ubin keramik dunia. Diproduksi pertama kali tahun 1993, oleh PT.Intikeramik Alamsari Industri, Essenza telah berhasil menembus pasar Singapura, AS, juga negara-negara Asia, Eropa, Afrika, dan Timur Tengah. Bahkan telah diterima di Italia yang notabene merupakan salah satu negara penghasil keramik terbaik dan terbesar di dunia.

10. Excelso

Salah satu yang bisa kita lihat selain produk kopi kemasan mereka adalah Excelso Cafe. Mungkin sebagian besar orang ketika berada di cafe ini, takkan terpikir bahwa Excelso adalah brand cafe lokal. Kebanyakan orang akan berpikir bahwa Excelso adalah sebuah cafe luar negeri (bisa jadi Amerika) yang membuka cabangnya di Indonesia. Tapi siapa sangka sebenarnya Excelso ini adalah salah satu anak perusahaan dari Kapal Api Group, yang cukup dikenal dengan brand-nya Kopi Kapal Api. Beroperasi sejak 1991 di Plaza Indonesia, cafe Excelso telah menjelma menjadi salah satu ikon gaya hidup di kota-kota besar di Indonesia.

11. Buccheri

Produk-produk dari Buccheri adalah Sepatu dan Tas Kulit. Diproduksi mulai tahun 1980 melalui PT. Vigano Cipta Perdana. Banyak orang tak menyangka, bahwa merek besutan Ediansyah ini merupakan produk asli buatan Indonesia. Mayoritas penikmat sepatu dan tas kulit menyangka bahwa Buccheri adalah buatan Italia.

12. Terry Palmer

Banyak yang mengira Terry Palmer merupakan brand dari luar, padahal handuk Terry Palmer tersebut diproduksi di Tangerang. Terry Palmer merupakan brand handuk yang dimiliki oleh PT. Indah Jaya. Handuk yang diklaim sebagai handuk paling higienis ini telah diekspor sampai ke Jepang, Australia, Amerika hingga negara-negara Eropa.

13. Casablanca

Siapa yang menyangka kalau merek Casablanca asli dari Indonesia? Banyak orang menduga kalau merek parfum yang banyak dipakai eksekutif muda ini, berasal dari perancis. Parfum casablanca, yang dalam iklan-iklannya banyak menampilkan model-model bule itu, ternyata diproduksi di Muara Kapuk, Jakarta.

14. The Executive

Sebelumnya bernama “Executive 99″ yang lahir tahun 1974. Lalu pada tahun 1985 berganti pemilik, dan tahun 2000 berganti nama menjadi The Executive. Saat ini, brand The Executive bisa dijumpai di Malaysia, Singapura, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya.

15. Edward Forrer

Edward Forrer adalah perusahaan alas kaki dan tas asal Indonesia. Perusahaan ini dinamakan sesuai nama pendirinya, Edward Forrer, atau lebih sering disapa Edo. Dimulai dengan memproduksi sepatu pada tahun 1989 di Bandung, kini Edward Forrer memiliki lebih dari 50 gerai di Indonesia, Australia, Malaysia, dan Hawaii. Edward Forrer memiliki kantor pusat di jalan Veteran No. 44 Bandung, Jawa Barat.

16. Sophie Martin Paris

Sophie Martin didirikan oleh pasangan suami-istri berkebangsaan Perancis, Bruno Hasson dan Sophie Martin. Pada tahun 1997 mereka datang ke Indonesia karena Bruno mendapat tugas di sebuah perusahaan perancis yang ada di Indonesia. Mulanya, mereka tak berniat lama-lama tinggal di Indonesia, namun Bruno dan Sophie bukan pasangan ekspatriat biasa. Sophie piawai merancang tas, sementara Bruno, dengan skill marketingnya yang tinggi, jeli mencium peluang bisnis untuk memasarkan keterampilan istrinya.

Dengan mempekerjakan seorang tukang jahit di loteng rumah, mereka merintis cikal bakal Sophie Martin. Karena pernah menjadi handbag designer untuk Christian Dior selama 2 tahun, maka produk yang pertama di buat adalah tas. Ternyata tas-tas yang dipromosikan dari mulut ke mulut tersebut, mendapat respon positif. Pintu untuk melebarkan sayap pun terbentang lebar. Trik Sophie Martin dengan menambahkan kata “paris” di belakang brand Sophie Martin tersebut ternyata cukup berhasil, dan mengecoh banyak konsumen.

17. Magno

Magno adalah produk radio kayu asli Indonesia yag sudah menebar frekuensi sampai Jepang, Amerika Serikat, Finlandia, Inggris dan Prancis. Konsep yang disodorkan mango sangat Unik. Lantaran produk di-finishing dengan minyak kayu, bukan pernis, pemiliknya harus rajin merawat radionya secara berkala agar tetap prima. Rupanya Singgih Susilo Kartono, sang pencipta Magno, ingin mengeliminir budaya pakai buang. Maksudnya agar tercipta koneksi antara produk dengan pemilik. Karena harganya yang cukup mahal (200-300 doloar AS) Singgih menggunakan designer link untuk menjual produknya.

Tuesday, 1 April 2014

kebiasan orang tua yang berpengaruh buruk pada anak

banyak orang tua secara ngak sengaja atau secara tidak sadar melakukan perbuatan yang sebenarnya mempunya pengaruh terhadap perkembangan anak di masa mendatang beberapa perilaku yang mempengaruhi anak 


1. Raja yang Tak Pernah Salah:
Sewaktu anak kita masih kecil dan belajar jalan tidak jarang tanpa sengaja mereka menabrak kursi atau meja. Lalu mereka menangis. Umumnya, yang dilakukan oleh orang tua supaya tangisan anak berhenti adalah dengan memukul kursi atau meja yang tanpa sengaja mereka tabrak. Sambil mengatakan, “Siapa yang nakal ya? Ini sudah Papa/Mama pukul kursi/mejanya…sudah cup….cup…diem ya..Akhirnya si anak pun terdiam. Ketika proses pemukulan terhadap benda benda yang mereka tabrak terjadi, sebenarnya kita telah mengajarkan kepada anak kita bahwa ia tidak pernah bersalah. Yang salah orang atau benda lain. Pemikiran ini akan terus terbawa hingga ia dewasa. Akibatnya, setiap ia mengalami suatu peristiwa dan terjadi suatu kekeliruan, maka yang keliru atau salah adalah orang lain, dan dirinya selalu benar. Akibat lebih lanjut, yang pantas untuk diberi peringatan sanksi, atau hukuman adalah orang lain yang tidak melakukan suatu kekeliruan atau kesalahan. Kita sebagai orang tua baru menyadari hal tersebut ketika si anak sudah mulai melawan pada kita. Perilaku melawan ini terbangun sejak kecil karena tanpa sadar kita telah mengajarkan untuk tidak pernah merasa bersalah. Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan ketika si anak yang baru berjalan menabrak sesuatu sehingga membuatnya menangis? Yang sebaiknya kita lakukan adalah ajarilah ia untuk bertanggung jawab atas apa yang terjadi; katakanlah padanya (sambil mengusap bagian yang menurutnya terasa sakit): ” Sayang, kamu terbentur ya. Sakit ya? Lain kali hati-hati ya, jalannya pelan-pelan saja dulu supaya tidak membentur lagi.”
2. Berbohong Kecil:
Awalnya anak-anak kita adalah anak yang selalu mendengarkan kata-kata orang tuanya, Mengapa? KArena mereka percaya sepenuhnya pada orang tuanya. Namun, ketika anak beranjak besar, ia sudah tidak menuruti perkataan atau permintaan kita? Apa yang terjadi? Apakah anak kita sudah tidak percaya lagi dengan perkataan atau ucapan-ucapan kita lagi? Tanpa sadar kita sebagai orang tua setiap hari sering membohongi anak untuk menghindari keinginannya. Salah satu contoh pada saat kita terburu-buru pergi ke kantor di pagi hari, anak kita meminta ikut atau mengajak berkeliling perumahan. Apa yang kita lakukan? Apakah kita menjelaskannya dengan kalimat yang jujur? Atau kita lebih memilih berbohong dengan mengalihkan perhatian si kecil ke tempat lain, setelah itu kita buru-buru pergi? Atau yang ekstrem kita mengatakan, “Papa/Mama hanya sebentar kok, hanya ke depan saja ya, sebentaaar saja ya, Sayang.” Tapi ternyata, kita pulang malam. Contah lain yang sering kita lakukan ketika kita sedang menyuapi makan anak kita, “Kalo maemnya susah, nanti Papa?Mama tidak ajak jalan-jalan loh.” Padahal secara logika antara jalan-jalan dan cara/pola makan anak, tidak ada hubungannya sama sekali. Dari beberapa contah di atas, jika kita berbohong ringan atau sering kita istilahkan “bohong kecil”, dampaknya ternyata besar. Anak tidak percaya lagi dengan kita sebagai orang tua. Anak tidak dapat membedakan pernyataan kita yang bisa dipercaya atau tidak. akibat lebih lanjut, anak menganggap semua yang diucapkan oleh orang tuanya itu selalu bohong, anak mulai tidak menuruti segala perkataan kita. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Berkatalah dengan jujur kepada anak. Ungkapkan dengan penuh kasih dan pengertian: “Sayang, Papa/Mama mau pergi ke kantor. Kamu tidak bisa ikut. Tapi kalo Papa/Mama ke kebun binatang, kamu bisa ikut.” Kita tak perlu merasa khawatir dan menjadi terburu-buru dengan keadaan ini. Pastinya membutuhkan waktu lebih untuk memberi pengertian kepada anak karena biasanya mereka menangis. Anak menangis karena ia belum memahami keadaan mengapa orang tuanya harus selalu pergi di pagi hari. Kita harus bersabar dan lakukan pengertian kepada mereka secara terus menerus. Perlahan anak akan memahami keadaan mengapa orang tuanya selalu pergi di pagi hari dan bila pergi bekerja, anak tidak bisa ikut. Sebaliknya bila pergi ke tempat selain kantor, anak pasti diajak orang tuanya. Pastikan kita selalu jujur dalam mengatakan sesuatu. Anak akan mampu memahami dan menuruti apa yang kita katakan.
3. Banyak Mengancam:
“Adik, jangan naik ke atas meja! nanti jatuh dan nggak ada yang mau menolong!” “Jangan ganggu adik,nanti MAma/Papa marah!” Dari sisi anak pernyataan yang sifatnya melarang atau perintah dan dilakukan dengan cara berteriak tanpa kita beranjak dari tempat duduk atau tanpa kita menghentikan suatu aktivitas, pernyataan itu sudah termasuk ancaman. Terlebih ada kalimat tambahan “….nanti Mama/Papa marah!” Seorang anak adalah makhluk yang sangat pandai dalam mempelajari pola orang tuanya; dia tidak hanya bisa mengetahui pola orang tuanya mendidik, tapi dapat membelokkan pola atau malah mengendalikan pola orang tuanya. Hal ini terjadi bila kita sering menggunakan ancaman dengan kata-kata,namun setelah itu tidak ada tindak lanjut atau mungkin kita sudah lupa dengan ancaman-ancaman yang pernah kita ucapkan Apa yang sebaiknya kita lakukan? . Kita tidak perlu berteriak-teriak seperti itu. Dekati si anak, hadapkan seluruh tubuh dan perhatian kita padanya. tatap matanya dengan lembut, namum perlihatkan ekspresi kita tidak senang dengan tindakan yang mereka lakukan. Sikap itu juga dipertegas dengan kata-kata, “Sayang, Papa/Mama mohon supaya kamu boleh meminjamkan mainan ini pada adikmu. Papa/Mama akan makin sayang sama kamu.” Tidak perlu dengan ancaman atau teriaka-teriakan. Atau kita bisa juga menyatakan suatu pernyataan yang menjelaskan suatu konsekuensi, misal “Sayang, bila kamu tidak meminjamkan mainan in ke adikmu,Papa/Mama akan menyimpan mainan ini dan kalian berdua tidak bisa bermain. MAinan akan Papa/Mama keluarkan, bila kamu mau pinjamkan mainan itu ke adikmu. Tepati pernyataan kita dengan tindakan.
4. Bicara Tidak Tepat Sasaran:
Pernahkah kita menghardik anak dengan kalimat seperti, “Papa/Mama tidak suka bila kamu begini/begitu!” atau “Papa/Mama tidak mau kamu berbuat seperti itu lagi!” Namun kita lupa menjelaskan secara rinci dan dengan baik, hal2 atau tindakan apa saja yang kita inginkan. Anak tidak pernah tahu apa yang diinginkan atai dibutuhkan oleh orang tuanya dalam hal berperilaku. Akibatnya anak terus mencoba sesuatu yang baru. Dari sekian banyak percobaan yang dilakukannya, ternyata selalu dikatakan salah oleh orang tuanya. Hal ini mengakibatkan mereka berbalik untuk dengan sengaja melakukan hal2 yang tidak disukai orang tuanya. Tujuannya untuk mrmbuat orang tuanya kesal sebagia bentuk kekesalan yang juga ia alami (tindakannya selalu salah di hadapan orang tua). Apa yang sebaiknya kita lakukan? Sampaikanlah hal2 atau tindakan2 yang kita inginkan atau butuhkan pada saat kita menegur mereka terhadap perilaku atau hal yang tidak kita sukai.Komnikasikan secara intensif hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan. Dan pada waktunya, ketika mereka sudah megalami dan melakukan segala hal atau perilaku yang kita inginkan atau butuhkan , ucapkanlah terimakasih dengan tulus dan penuh kasih sayang atas segala usahanya untuk berubah.
5. Menekankan pada Hal-hal yang salah:
Kebiasaan ini hampir sama dengan kebiasaan di atas. Banyak orang tua yang sering mengeluhkan tentang anak2nya tidak akur, suka bertengkar. Pada saat anak kita bertengkar, perhatian kita tertuju pada mereka, kita mencoba melerai atau bahkan memarahi. Tapi apakah kita sebagai orang tua memperhatikan mereka pada saat mereka bermain dengan akur? Kita seringkali menganggapnya tidak perlu menyapa mereka karena mereka sedang akur. Pemikiran tersebut keliru, karena hak itu akan memicu mereka untuk bertengkar agar bisa menarik perhatian orang tuanya, Apa yang sebaiknya kita lakukan? Berilah pujian setiap kali mereka bermain sengan asyik dan rukun, setiap kali mereka berbagi di antara mereka dengan kalimat sederhana dan mudah dipahami, misal: ”Nah, gitu donk kalau main. Yang rukun.” Peluklah mereka sebagai ungkapan senang dan sayang.
6. Merendahkan Diri Sendiri:
Apa yang anda lakukan kalau melihat anak anda bermain Playstation lebih dari belajar? Mungkin yang sering kita ucapkan pada mereka, “Woy… mati in tuh PS nya, ntar dimarahin loh sama papa kalo pulang kerja!” Atau kita ungkapkan dengan pernyataan lain, namun tetap dengan figur yang mungkin ditakuti oleh anak pada saat itu. Contoh pernyataan ancaman diatas adalah ketika yang ditakuti adalah figur Papa. Perhatikanlah kalimat ancaman tersebut. Kita tidak sadar bahwa kita telah mengajarkan pada anak bahwa yang mampu untuk menghentikan mereka maen ps adalah bapaknya, artinya figure yang hanya ditakuti adalah sang bapak. Maka jangan heran kalau jika anak tidak mengindahkan perkataan kita karena kita tidak mampu menghentikan mereka maen ps. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Siapkanlah aturan main sebelum kita bicara; setelah siap, dekati anak, tatap matanya, dan katakan dengan nada serius bahwa kita ingin ia berhenti main sekarang atau berikan pilihan, misal “Sayang, Papa/Mama ingin kamu mandi. Kamu mau mandi sekarang atau lima menit lagi?” bila jawabannya “lima menit lagi Pa/Ma”. Kita jawab kembali, “Baik, kita sepakat setelah lima menit kamu mandi ya. Tapi jika tidak berhenti setelah lima menit, dengan terpaksa papa/mama akan simpan PS nya di lemari sampai lusa”. Nah, persis setelah lima menit, dekati si anak, tatap matanya dan katakan sudah lima menit, tanpa tawar menawar atau kompromi lagi. Jika sang anak tidak nurut, segera laksanakan konsekuensinya.
7. Papa dan Mama Tidak Kompak:
Mendidik abak bukan hanya tanggung jawab para ibu atau bapak saja, tapi keduanya. Orang tua harus memiliki kata sepakat dalam mendidik anak2nya. Anak dapat dengan mudah menangkap rasa yang menyenangkan dan tidak menyenangkan bagi dirinya. Misal, seorang Ibu melarang anaknya menonton TV dan memintanya untuk mengerjakan PR, namun pada saat yang bersamaan, si bapak membela si anak dengan dalih tidak mengapa nonton TV terus agar anak tidak stress. Jika hal ini terjadi, anak akan menilai ibunya jahat dan bapaknya baik, akibatnya setiap kali ibunya memberi perintah, ia akan mulai melawan dengan berlindung di balik pembelaan bapaknya. Demikian juga pada kasus sebaliknya. Oleh karena itu, orang tua harus kompak dalam mendidik anak. Di hadapan anak, jangan sampai berbeda pendapat untuk hal2 yang berhubungan langsung dengan persoalan mendidik anak. Pada saat salah satu dari kita sedang mendidik anak, maka pasangan kita harus mendukungnya. Contoh, ketika si Ibu mendidik anaknya untuk berlaku baik terhadap si Kakak, dan si Ayah mengatakan ,”Kakak juga sih yang mulai duluan buat gara2…”. Idealnya, si Ayah mendukung pernyataan, “Betul kata Mama, Dik. Kakak juga perlu kamu sayang dan hormati….”
8. Campur Tangan Kakek, Nenek, Tante, atau Pihak Lain:
Pada saat kita sebagai orang tua sudah berusaha untuk kompak dan sepaham satu sama lain dalam mendidik anak-anak kita, tiba-tiba ada pihak ke-3 yang muncul dan cenderung membela si anak. Pihak ke-3 yang dimaksud seperti kakek, nenek, om, tante, atau pihak lain di luar keluarga inti. Seperti pada kebiasaan ke-7 (Papa dan Mama tidak Kompak), dampak ke anak tetap negatif bila dalam satu rumah terdapat pihak di luar keluarga inti yang ikut mendidik pada saat keluarga inti mendidik; Anak akan cenderung berlindung di balik orang yang membelanya. Anak juga cenderung melawan orang tuanya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Pastikan dan yakinkan kepada siapa pun yang tinggal di rumah kita untuk memiliki kesepakatan dalam mendidik dan tidak ikut campur pada saat proses pendidikan sedang dilakukan oleh kita sebagai orang tua si anak. Berikan pengertian sedemikian rupa dengan bahasa yang bisa diterima dengan baik oleh para pihak ke-3.
9. Menakuti Anak:
Kebiasaan ini lazim dilakukan oleh para orang tua pada saat anak menangis dan berusaha untuk menenangkannya. Kita juga terbiasa mengancam anak untuk mengalihkan perhatiannya, “Awas ada Pak Satpam, ga boleh beli mainan itu!” Hasilnya memang anak sering kali berhenti merengek atau menangis, namun secara tidak sadar kita telah menanamkan rasa takut atau benci pada institusi atau pihak yang kita sebutkan. Sebaiknya, berkatalah jujur dan berikan pengertian pada anak seperti kita memberi pengertian kepada orang dewasa karena sesungguhnya anak2 juga mampu berpikir dewasa. Jika anak tetap memaksa, katakanlah dengan penuh pengertian dan tataplah matanya, “Kamu boleh menangis, tapi Papa/Mama tetap tidak akan membelikan permen.” Biarkan anak kita yang memaksa tadi menangis hingga diam dengan sendirinya.
10. Ucapan dan Tindakan Tidak Sesuai:
Berlaku konsisten mutlak diperlukan dalam mendidk anak. Konsisten merupakan keseuaian antara yang dinyatakan dan tidakan. Anak memiliki ingatan yang tajam terhadap suatu janji, dan ia sanga menghormati orang-orang yang menepati janji baik untuk beri hadiah atau janji untuk memberi sanksi. So, jangan pernah mengumbar janji ada anak dengan tujuan untuk merayunya, agar ia mengikuti permintaan kita seperti segera mandi, selalu belajar, tidak menonton televisi. Pikirlah terlebih dahulu sebelum berjanji apakah kita benar-benar bisa memenuhi janji tersebut. Jika ada janji yang tidak bisa terpenuhi segeralah minta maaf, berikan alasan yang jujur dan minta dia untuk menentukan apa yang kita bisa lakukan bersama anak untuk mengganti janji itu.
11. Hadiah untuk Perilaku Buruk Anak:
Acapkali kita tidak konsisten dengan pernyataan yang pernah kita nyatakan. Bila hal ini terjadi, tanpa kita sadari kita telah mengajari anak untuk melawan kita. Contoh klasik dan sering terjadi adalah pada saat kita bersama anak di tempat umum, anak merengek meminta sesuatu dan rengekennya menjadi teriakan dan ada gerak perlawanan. Anak terus mencari akal agar keinginnanya dikabulkan, bahkan seringkali membuat kita sebagai orang tua malu. Pada saat inilah kita seringkali luluh karena tidak sabar lagi dengan rengekan anak kita. Akhirnya kita mengiyakan keinginan si Anak. “Ya sudah;kamu ambil satu permennya. Satu saja ya!” Pernyataan tersebut adalah sebagai hadiah bagi perilaku buruk si Anak. Anak akan mempelajarinya dna menerapkannya pada kesempatan lain bahkan mungkin dengan cara yang lebih heboh lagi. Menghadapi kondisi seperti ini, tetaplah konsisten; tidak perlu malu atau takut dikatakan sebagai orang tua yang kikir atau tega. Orang beefikir demikian belum membaca buku tentang ini dan mengalami masalah yang sama dengan kita. Ingatlah selalu bahwa kita sedang mendidik anak, Sekali kite konsisten anak tak akan pernah mencobanya lagi. Tetaplah KONSISTEN dan pantang menyerah! Apapun alasannya, jangang pernah memberi hadiah pada perilaku buruk si anak.
12. Merasa Bersalah Karena Tidak Bisa Memberikan yang Terbaik:
Kehidupan metropolitan telah memaksa sebagian besar orang tua banyak menghabiskan waktu di kantor dan di jalan raya daripada bersama anak. Terbatasnya waktu inilah yang menyebabkan banyak orang tua merasa bersalah atas situasi ini. Akibat dari perasaan bersalah ini, kita, para orang tua menyetujui perilaku buruk anaknya dengan ungkapan yang sering dilontarkan, “Biarlah dia seperti ini mungkin akrena saya juga yang jarang bertemu dengannya…” Semakin kita merasa bersalah terhadap keadaan, semakin banyak kita menyemai perilaku buruk anak kita. Semakin kita memaklumi perilaku buruk yang diperbuat anak, akan semakin sering ia melakukannya. Sebagian besar perilaku anak bermasalah yang pernah saya (penulis) hadapi banyak bersumber dari cara berpikir orang tuanya yang seperti ini. Apa yang sebaiknya kita lakukan? . Apa pun yang bisa kita berikan secara benar pada anak kita adalah hal yang terbaik. Kita tidak bisa membandingkan kondisi sosial ekonomi dan waktu kita dengan orang lain. Tiap keluarga memiliki masalah yang unik, tidak sama. Ada orang yang punya kelebihan pada sapek finansial tapi miskin waktu bertemu dengan anak, dan sebaliknya. Jangan pernah memaklumi hal yang tidak baik. Lakukanlah pendekatan kualitas jika kita hanya punya sedikit waktu; gunakan waktu yang minim itu untuk bisa berbagi rasa sepenuhnya antara sisa2 tenaga kita, memang tidak mudah. Tapi lakukanlah demi mereka dan keluarga kita, anak akan terbiasa.
13. Mudah menyerah dan pasrah:
Setiap manusia memiliki watak yang berbeda-beda, ada yang lembut dan ada yang keras. Dominan flegmatis adalah ciri atak yang dimiliki oleh sebagian orang tua yang kurang tegas, mudah menyerah, selalu takut salah dan cenderung mengalah, pasrah. Konflik ini biasanya terjadi bila seorang yang flegmatis mempunyai anak yang berwatak keras. Dalam kondisi kita sebagai orang tua yang tidak tegas dan mudah menyerah, si anak justru keras dan lebih tegas. Akibatnya dalam banyak hal, si anak jauh lebih dominan dan mengatur orang tuanya. Akibat lebih lanjut, orang tua sulit mengendalikan perilaku anaknya dan cenderung pasrah. Saya [penulis] sering mendengar ucapan dari para orang tua yang Dominan Flegmatis, “Duh… anak saya itu memang keras betul… saya sudah nggak sanggup lagi mengaturnya.” Atau “Biar sajalah apa maunya, saya sudah nggak sanggup lagi mendidiknya.”. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Belajarlah dan berusahalah dengan keras untuk menjadi lebih tegas dalam mengambil keputusan, tingkatkan watak keteguhan hati dan pantang menyerah. Jiak perlu ambil orang orang yang kita anggap tegas untuk jadi penasihat harian kita.
14. Marah Yang Berlebihan:
Kita seringkali menyamakan antara mendidik dengan memarahi. Perlu untuk selalu diingat, memarahi adalah salah satu cara mendidik yang paling buruk. Pada saat memarahi anak, kita tidak sedang mendidik mereka, melainkan melampiaskan tumpukan kekesalan kita karena kita tidak bisa mengatasi masalah dengan baik. Marah juga seringkali hanya berupa upaya untuk melemparkan kesalahan pada pihak lain [dan biasanya yang lebih lemah, kalo ama yang lebih kuat ya takut]. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jangan pernah bicara pada saat marah! Jadi tahanlah dengan cara yang nyaman untuk kita lakukan seperti masuk kamar mandi atau pergi menghindar sehingga amarah mereda. Yang perlu dilakukan adalah bicara “tegas” bukan bicara “keras”. Bicara yang tegas adalah dengan nada yang datar, dengan serius dan menatap wajah serta matanya dalam dalam. Bicara tegas adalah bicara pada saat pikiran kita rasional, sedangkan bicara keras adalah pada saat pikiran kita dikuasai emosi. Satu contoh lagi yang kurang baik, pada saat marah biasanya kita emosi dan mengucapkan/melakukan hal hal yang kelak kita sesali, setelah ini terjadi, biasanya kita akan menyesal dan berusaha memperbaikinya dengan memberikan dispensasi atau membolehkan hal hal yang sebelumnya kita larang. Bila hal ini berlangsung berulang kali, maka anak kita akan selalu berusaha memancing amarah kita, yang ujung ujungnya si anak menikmati hasilnya. Anak yang sering dimarahi cenderung tidak jadi lebih baik kok.
15. Gengsi untuk menyapa:
Kita pasti pernah mengalami bahwa kita terlanjur marah besar pada anak, biasanya amarah terbawa lebih dari sehari, akibat dari rasa kesal yang masih tersisa dan rasa gengsi, kita enggan menyapa anak kita. Masing masing pihak menunggu untuk memulai kembali hubungan yang normal. Apa yang harus kita lakukan agar komunikasi mencair kembali? Siapa yang seharusnya memulai? Kita sebagai orangtua lah yang seharusnya memulai saat anak mulai menunjukkan tanda tanda perdamaian dan mengikuti keinginan kita. Dengan cara ini kita dapat menunjukkan pada anak bahwa kita tidak suka pada sikap sang anak, bukan pada pribadinya.
17. Penggunaan istilah yang tidak jelas maksudnya:
Seberapa sering kita sebagai orang tua mengungkapkan pernyataan seperti “Awas ya, kalau kamu mau diajak sama mama/papa, tidak boleh nakal!” atau, “awas ya, kalau nanti diajak sama mama/papa, jangan bikin malu mama”, bisa juga terungkap, “kalo mau jalan jalan ke taman bermain, jangan macam macam ya”. Nah, tanpa disadari kita seringkali menggunakan istilah istilah yang sulit dimengerti ataupun bermakna ganda. Istilah ini akan membingungkan anak kita. dalam benak mereka bertanya apa yang dimaksud dengan nakal, tingkah laku apa yang termasuk dalam kategori nakal, begitu pula dengan istilah “jangan macam macam”, perilaku apa yang termasuk kategori “macam macam”. Selain bingung, mereka juga akan menebak nebak arti dari istilah istilah tersebut. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Bicaralah dengan jelas dan spesifik, misalnya “Sayang, kalau kamu mau ikut mama/papa, tidak boleh minta mainan, permen, dan tidak boleh berteriak teriak di kasir seperti kemarin ya”. Hal ini penting agar anak mengetahui batasan batasan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, serta jangan lupa menyepakati apa konsekuensinya bila kesepakatan ini dilanggar.
Judul Spoiler:
Letakkan teks atau kode script (gambar atau video) di sini
18. Mengharap perubahan instan:
Kita terbiasa hidup dalam budaya yang serba instant, seperti mie instant, susu instant, teh instant. Sehingga kita anak berbuat salah, kita sering ingin sebuah perubahan yang instant pula, misal ketika biasa terlambat bangun, nggak beresin tempat tidur, sulit dimandikan, kita ingin agar anak kita berubah total dalan jangka waktu sehari. Apabila kita sering memaksakan perubahan pada anak kita dalam waku singkat tanpa tahapan yang wajar, kemungkinan besar anak sulit memenuhinya. Dan ketika ia gagal dalam memenuhi keinginan kita, ia akan frustasi dan tidak yakin bisa melakukanannya lagi. Akibatnya ia memilih untuk melakukan perlawanan seperti banyak bikin alasan, acuh tak acuh, atau marah marah pada adiknya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jika kita mengharapkan perubahan kebiasaaan pada anak, berikanlah waktu untuk tahapan tahapan perubahan yang rasional untuk bisa dicapainya. Hindari target perubahan yang tidak mungkin bisa dicapainya. Bila mungkin, ajaklah ia untuk melakukan perubahan dari hal yang paling mudah. Biarkanlah ia memilih hal yang paling mudah menurutnya untuk diubah. Keberhasilannya untuk melakukan perubahan tersebut memotivasi anak untuk melakukan perubahan lainnya yang lebih sulit. Puji dan jika perlu rayakan keberhasilan yang dicapainya, sekecil dan sesederhana apapun perubahan itu. Hal ini untuk menunjukkan betapa seriusnya perhatian kita terhadap usaha yang telah dilakukannya. Pusatkan perhatian dan pujian kita pada usahanya, bukan pada hasilnya.
19. Pendengar yang buruk:
Sebagian besar orang tua adalah pendengar yang buruk bagi anak anaknya. Benarkah? Bila ada suatu masalah yang terjadi pada anak, orang tua lebih suka menyela, langsung menasehati tanpa mau bertanya permasalahannya serta asal usul kejadiannya. Sebagai contoh, anak kita baru saja pulang sekolah yang mestinya pulangnya siang, dia datang di sore hari. Kita tidak mendapat keterangan apapun darinya atas keterlambatan tersebut. Tentu saja kita kesal menunggu dan sekaligus khawatir. Lalu pada saat anak kita sampai dan masih lelah, kita langsung menyambutnya dengan serentetan pertanyaan dan omelan. Bahkan setiap kali anak hendak bicara, kita selalu memotongnya. Akibatnya ia amalah tidak mau bicara dan marah pada kita. Bila kita tidak berusaha mendengarkan mereka, maka mereka pun akan bersikap seperti itu pada kita dan akan belajar mengabaikan kita. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jika kita tidak menghendaki hal ini terjadi, maka mulai saat ini jadilah pendengar yang baik. Perhatikan setiap ucapannya. Ajukan pertanyaan pertanyaan untuk menunjukkan ketertarikan kita akan persoalan yang dihadapinya.
20. Selalu menuruti permintaan anak:
. Apakah anak kita adalah anak semata wayang? Atau anak laki laki yang ditunggu tunggu dari beberapa anak perempuan kakak-kakaknya? Atau mungkin anak yang sudah bertahun tahun ditunggu tunggu? Fenomena ini seringkali menjadikan orang tua teramat sayang pada anaknya sehingga ia menerapkan pola asuh open bar, atau mo apa aja boleh atau dituruti. Seperti Radja Ketjil, semakin hari tuntutannya semakin aneh dan kuat, jika ini sudah menjadi kebiasaan akan sulit sekali membendungnya. Anak yang dididik dengan cara ini akan menjadi anak yang super egois, tidak kenal toleransi, dan tidak bisa bersosialisasi. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Betapapun sayangnya kita pada anak, jangan lah pernah memberlakukan pola asuh seperti ini. Rasa sayang tidak harus di tunjukkan dengan menuruti segala kemauannya. Jika kita benar sayang, maka kita harus mengajarinya tentang nilai baik dan buruk, yang benar dan yang salah, yang boleh dan yang nggak. Jika tidak, rasa sayang kita akan membuat membuatnya jadi anak yang egois dan ‘semau gue’. Inilah yang dalam bahasa awam sering disebut anak manja.
21. Terlalu Banyak Larangan:
Ini adalah kebalikan dari kebiasaan di atas. Bila Kita termasuk orang tua yang berkombinasi Melankolis dan Koleris, kita mesti berhati2 karena biasanya kombinasi ini menghasilkan jenis orang tua yang “Perfectionist”. Orang tua jenis ini cenderung ingin menjadikan anak kita seperti apa yang kita inginkan secara SEMPURNA, kita cenderung membentuk anak kita sesuai dengan keinginan kita; anak kita harus begini tidak boleh begitu; dilarang melakukan ini dan itu. Pada saatnya anak tidak tahan lagi dengan cara kita. Ia pun akan melakukan perlawanan, baik dengan cara menyakiti diri (jika anak kita tipe sensitive) atau dengan perlawanan tersembunyi (jika anak kita tipe keras) atau dengan perang terbuka (jika anak kita tipe ekspresif keras). Oleh karena itu, kurangilah sifat perfeksionis kita, Berilah izin kepada anak untuk melakukan banyak hal yang baik dan positif. Berlatihlah untuk selalu berdialog agar kita bisa melihat dan memahami sudut pandang orang lain. Bangunlah situasi saling mempercayai antara anak dan kita. Kurangilah jumlah larangan yang berlebihan dengan meminta pertimbangan pada pasangan kita. Gunakan kesepakatan2 untuk memberikan batas yang lebih baik. Misal, kamu boleh keluar tapi jam 9 malam harus sudah tiba di rumah. Jika kemungkinan pulang terlambat, segera beri tahu Papa/Mama.
22. Terlalu Cepat Menyimpulkan:
Ini adalah gejala lanjutan jika kita sebagai orang tua yang mempunyai kebiasaan menjadi pendengar yang buruk. Kita cenderung memotong pembicaraan pada saat anak kita sedang memberi penjelasan, dan segera menentukan kesimpulan akhir yang biasanya cenderung memojokkan anak kita. Padahal kesimpulan kita belum tentu benar, dan bahan seandainya benar, cara seperti ini akan menyakitkan hati anak kita. Seperti contoh anak yang pulang terlambat. Pada saat anak kita pulag terlambat dan hendak menjelaskan penyebabnya, kita memotong pembicaraannya dengan ungkapan, “Sudah! Nggak pake byk alesan.” Atau “Ah, Papa/Mama tahu, kamu pasti maen ke tempat itu lagi kan?!”. Jika kita emlakukan kebiasaan ini terus menerus, anak akan berpikir kita adalah orang tua ST 001 [alias Sok Tau Nomor Satu], yang tidak mau memahami keadaan dan menyebalkan. Lalu mereka tidak mau bercerita atau berbicara lagi, dan akibat selanjutnya sang anak akan benar benar melakukan hal hal yang kita tuduhkan padanya. Ia tidak mau mendengarkan nasehat kita lagi, dan pada tahapan terburuk, dia akan pergi pada saat kita sedang berbicara padanya. Pernahkah anda mengalami hal ini? Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jgn prnh memotong pembicaraan & mengambil kesimpulan terlalu dini. Tak seorang pun yang suka bila pembicaraannya dipotong, apalagi ceritanya disimpulkan oleh org lain. Dengarkan, dengarkan, dan dengarkan sambil memberikan tanggapan positif dan antusias. Ada saatnya kita akan diminta bicara, tentunya setelah anak kita selesai dengan ceritanya. Bila anak sudah membuka pertanyaan, “menurut Papa/Mama bagaimana?” artinya ia sudah siap untuk mendengarkan penuturan atau komentar kita.
23. Mengungkit kesalahan masa lalu:
Kebiasan menjadi pendengar yang buruk dan terlalu cepat menyimpulkan akan dilanjutkan dengan penutup yang tidak kalah menyakitkan hati anak kita, yakni dgn mengungkit ungkit catatan kesalahan yang pernah dibuat anak kita. Contohnya, “Tuh kan Papa/Mama bilang apa? Kamu tidak pernah mau dengerin sih, sekarang kejadian kan. Makanya dengerin kalau orang tua ngomong. Dasar kamu emang anak bodo sih.” Kiat berharap dengan mengungkit kejadian masa lalu, anak akan belajar dari masalah. Namun yang terjadi adalah sebaliknya, ia akan sakit hati dan berusaha mengulangi kesalahannya sebagai tindakan balasan dari sakit hatinya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jika kita tidak ingin anak berperilaku buruk lagi, jgn lah diungkit ungkit masa lalunya. Cukup dengan tatapan mata, jika perlu rangkullah ia. Ikutlah berempati sampai dia mengakui kesalahan & kekeliruannya. Ucapkan pernyataan seperti “manusia itu tempatnya salah dan lupa, semoga ini menjadi pelajaran berharga buat kamu”, atau “Papa/mama bangga kamu bisa menemukan hikmah positif dari kejadian ini”. Jika ini yang kita lakukan, maka selanjutnya dia akan lebih mendengar nasehat kita. Coba dan buktikanlah!.
24. Suka Membandingkan:
Hal yang paling menyebalkan adalah saat kita dibandingkan dengan orang lain. Bila kita sedang berada di suatu acara dan bertemu dengan orang yang berpakaian hampir sama atau berwarna sama, kita merasa tidak nyaman untuk berdekatan. Apalagi jiak disbanding bandingkan [FTR, saya tidak merasa seperti ini lho!] Secara psikologis, kita sangat tdiak suka bila keberadaan kita baik secara fisik atau sifat sifat kita dibandingkan dgn org lain. Coba ingat ingatlah pengalaman kita saat ada orang yang membandingkan kita, bagaimana perasaan kita saat itu? Tetapi anehnya, kebanyakan orang tua entah kenapa justru sering melakukan hal ini pada anaknya. Misal membandingkan anak yang malas dengan yang rajin. Anak yang rapi dengan yang gedabrus. Anak yang cekatan dengan anak yang lamban. Terutama juga anak yang mendapat nilai tinggi di sekolah dengan anak yang nilainya rendah. Ungkapan yang sering terdengar biasanya seperti, “Coba kamu mau rajin belajar kayak adik mu, maka pasti nilai kamu tidak seperti ini!”. Jika kita tetap melakukan kebiasaan ini, maka ada beberapa akibat yang langsung kita rasakan; anak kita makin tidak menukai kita. anak yang dibandingkan akan iri dan dengki dengan si pembanding. Anak pembanding akan merasa arogan & tinggi hati. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Tiap manusia terlahir dengan karakter dan sifat yang unik. Maka jangan sekali kali membandingkan satu dengan yang lainnya. Catatlah perubahan perilaku masing masing anak. Jika ingin membandingkan, bandingkanlah dengan perilaku mereka di masa lalu, ataupun dengan nilai nilai ideal yang ingin mereka capai. Misalnya, “Eh, biasanya anak papa/mama suka merapikan tempat tidur, kenapa hari ini nggak ya?”
25. Paling benar dan paling tahu segalanya:
Egosentris adalah masa alamiah yang terjadi pada anak usia 1-3 tahun. Usia tersebut adalah masa ketika anak merasa paling benar dan memaksakan kehendaknya. Tapi entah mengapa ternyata sifat ini terbawa dan masih banyak dimiliki oleh para orang tua. Contoh ungkapan orang tua, “ah kamu ini anak bau kencur, tau apa kamu soal hidup.” Atau, “kamu tau nggak, kalo papa/mama ini sudah banyak makan asam garam kehidupan, jadi nggak pake kamu nasehatin papa/mama!”. Jika kita memiliki kebiasaan semacam ini, maka kita membuat proses komunikasi dengan anak mengalami jalan buntu. Meskipun maksud kita adlh untuk menunjukkan superioritas kita di depan anak, tapi yang ditangkap anak adl semacam kesombongan yang luar biasa, dan tentu saja tak seorang pun mau mendengarkan nasehat orang yang sombong. Apa yg seharusnya kita lakukan? Seringkali usia dijadikan acuan tentang banyaknya pengetahuan juga banyaknya pengalaman. Pada zaman dulu hal ini bisa jadi benar, namun untuk saat ini, kondisi itu tidak berlaku lagi. Siapa yg lebih byk mendapatkan informasi dan mengikuti kegiatan kegiatan, maka dialah yg lebih byk tahu dan berpengalaman. Jadi janganlah merasa menjadi org yg paling tahu, paling hebat, paling alim. Dengarkanlah setiap masukan yang datang dari anak kita.
26. Saling melempar tanggung jawab:
Mendidik anak terutama menjadi tanggung jawab orang tua, yaitu ayah dan ibu. Bila kedua belah pihak merasa kurang bertanggung jawab, maka proses pendidikan anak akan terasa timpang dan jauh dari berhasil. Celakanya lagi, bila orang tua sudah mulai merasakan dampak perlawanan dari anak anaknya, yang sering terjadi malah saling menyalahkan satu sama lain. Pernyataan yang kerap muncul adlh, “kamu emang nggak becus ngedidik anak”, dan kemudian dibalas “enak aja lo ngomong begitu, nah kamu sendiri, selama ini kemana aja?!”. Jika cara ini yang dipertahankan di keluarga, akankah menyelesaikan masalah? Tunggu saja hasilnya, pasti org tua lah yg akan menuai hasilnya, sang anak akan merasa perilaku buruknya adalah bukan karena kesalahannya, tapi karena ketidak becusan salah satu dari orang tuanya. Jelas anak kita akan merasa terbela & semakin berperilaku buruk. Apa yang seharusnya kita lakukan? Hentikan saling menyalahkan. Ambillah tanggung jawab kita selaku org tua secara berimbang.keberhasilan pendidikan ada di tangan org tua. Pendidikan adlh kerja sama tim, da bukan individu. Jangan pakai alasan tidak ada waktu, semua org sama sama memiliki waktu 24 jam sehari, jadi aturlah waktu kita dengan berbagai macam cara dan kompaklah selalu dengan pasangan kita. Selalu lakukan introspeksi diri sebelum introspeksi orang lain.
27. Kakak harus selalu mengalah:
Di negeri ini terdapat kebiasaan bahwa anak yang lebih tua harus selalu mengalah pada saudaranya yang lebih muda. Tampaknya hal itu sudah menjadi budaya. Tapi sebenarnya, adakah dasar logikanya dan dimana prinsip keadilannya? Ada satu contoh nyata seperti berikut: Ada seorang kakak beradik, kakak bernama Dita 7 adik bernama Rafiq. Neneknya selaku pengasuh utama selalu memarahi Dita ketika Rafiq menangis. Tanpa mengetahui duduk persoalan serta siapa yang salah dan benar, si Nenek selalu membela si adik & melimpahkan kesalahan pada kakaknya. “Kamu ini gimana sih? Sudah besar kok tidak mau mengalah ama adiknya.” Begitulah ucapan yang keluar dari mulut si Nenek. Terkadang dibumbui dengan cubitan pada kakaknya. Apa yang terjadi selanjutnya? Dita menjadi anak yang tidak memiliki rasa percaya diri. Ia pun mulai membenci adiknya. Lama kelamaan Dita mulai banyak melawan atas ketidak adilan ini, dan yang terjadi kemudian adalah kedua bersaudara ini makin sering bertengkar. Sementara Rafiq yang selalu dibela bela menjadi makin egois dan makin berani menyakiti kakaknya, selalu merasa benar dan memberaontak. Sang nenek perlahan lahan menobatkan Radja Ketjil yang lalim di tengah keluarga ini. Apa yang seharusnya kita lakukan? Anak harus diajari untuk memahami nilai benar dan salah atas perbuatannya terlepas dari apakah dia lebih muda atau lebih tua. Nilai benar dan salah tidak mengenal konteks usia. Benar selalu benar dan salah selalu salah berapapun usia pelakunya. Berlakulah adil. Ketahuilah informasi secara lengkap sebelum mengambil keputusan. Jelaskan nilai benar dan salah pada masing masing anak, buat aturan main yang jelas yang mudah dipahami oleh anak anak anda.
28. Menghukum secara fisik:
Dalam kondisi emosi, kita cenderung sensitif oleh perilaku anak, dimulai dengan suara keras, dan kemudian meningkat menjadi tindakan fisik yang menyakiti anak. Jika kita terbiasa dengan keadaan ini, kita telah mendidiknya menjadi anak yg kejam dan trengginas, suka menyakiti orang lain dan membangkang secara destruktif. Perhatikan jika mereka bergaul dengan teman sebayanya. Percaya atau tdk, anak akan meniru tindakan kita yang suka memukul. Anak yang suka memukul temannya pada umumnya adalah anak yang sering dipukuli di rumahnya. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jangan pernah sekalipun menggunakan hukuman fisik kepada anak, mencubit, memukul, atau menampar bahkan ada juga yang pakai alat seperti cambuk, sabuk, rotan, atau sabetan. Gunakanlah kata kata dan dialog, dan jika cara dialog tidak berhasil maka cobalah evaluasi diri kita. Temukanlah jenis kebiasaan yang keliru yang selama ini telah kita lakukan dan menyebabkan anak kita berperilaku seperti ini.
29. Menunda atau membatalkan hukuman:
Kita semua tahu bahaya yang luar biasa dari merokok, mulai dari kanker, impotensi, sampai gangguan kehamilan dan janin. Tapi mengapa masih banyak yang tidak peduli dan tetap membandel untuk terus menjadi ahli hisap? Jelas karena akibat dari rokok itu terjadi kemudian dan bukan seketika itu juga. Begitu juga dengan anak kita. Jika anda menjanjikan sebuah konsekuensi hukuman atau sanksi bila anak berperilaku buruk, jangan menunggu waktu yang terlalu lama, menunda, atau bahkan membatalkan karena alasan lupa atau kasihan. Bila telah terjadi kesepakatan antara kita dan anak seperti tidak boleh minta minta dibelikan permen atau mainan dan ternyata anak mencoba coba untuk merengek, kita ingatkan kembali pada kepadanya tentang kesepakatan yang kita buat bersama. Anak biasanya akan berhenti merengek. Namun sayangnya kietika anak berhenti merengek , kita menganggap masalah susah selesai dan akhirnya kita menunda atau bahkan membatalkan hukuman entah karena lupa atau kasihan. Apa akibatnya? Anak akan mempunya anggapan bahwa kita hanya omong doang, maka mereka akan mempunya tendensi untuk melanggar kesepakatan karena hukuman tidak dilaksanakan. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Jila kita sudah mempunyai kesepakatan dan anak melanggarnya, maka sanksi harus dilaksanakan, jika kita kasihan, kita bisa mengurangi sanksinya, dan usahakan hukumanya jangan bersifat fisik, tapi seperti pengurangan bobot kesukaan mereka seperti jam bermain, menonton tv, ataupun bermain video game.
30. Terpancing Emosi:
Jika ada keinginannya yang tidak terpenhi anak sering kali rewel atau merengak, menagis, berguling dsb, dengan tujuan memancing emosi kita yang apda kahirnya kita marah atau malah mengalah. Jika kita terpancing oleh emosi anak, anak akan merasa menang, dan merasa bisa megendalikan orang tuanya. Anak akan terus berusaha mengulanginya pada kesempatan lain dengan pancingan emosi yang lebih besar la gi. Apa yang seharusnya kita lakukan? Yang terbaik adalah diam, tidak bicara, dan tidak menanggapi. Jangan pedulikan ulah anak kita. Bila anak menangis katakan padanya bahwa tangisannya tidak akan mengubah keputusan kita. Bila anak tidak menangis tapi tetap berulah, kita katakan saja bahwa kita akan mempertimbangkan keputusan kita dengan catatan si anak tidak berulah lagi. Setelah pernyataan itu kita keluarkan, lakukan aksi diam. Cukup tatap dengan mata pada anak kita yang berulah, hingga ia berhenti berulah, Bila proses ini membutuhkan waktu lebih dari 30 menit tabahlah untuk melakukannya. Dalam proses ini kita jangan malu pada orang yang memperhatikan kita; dan jangan pula ada orang lain yang berusaha menolong anak kita yang sedang berulah tadi… SEKALI KITA BERHASIL MEMBUAT ANAK KITA MENGALAH, MAKA SELANJUTNYA DIA TIDAK AKAN MENGULANGI UNTUK YANG KEDUA KALINYA.
31. Menghukum Anak Saat Kita Marah:
Hal yang perlu kita perhatikan dan selalu ingat adalah jangan pernah memberikan sanksi atau hukuman apa pun pada anak ketika emosi kita sedang memuncak. Pada saat emosi kita sedang tinggi, apa pun yang keluar dari mulut kita, baik dalam bentuk kata2 maupun hukuman akan cenderung menyakiti dan menghakimi dan tidak menjadikan anak lebih baik. Kejadin tersebut akan membekas meski ia telah beranjak dewasa. Anak juga bisa mendendam pada orang tuanya karena sering mendapatkan perlakuan di luar batas. Apa yang sebaiknya kita lakukan?  bila kita sedang sangat marah segeralah menjauh dari anak. Pilihlah cara yang tepat untuk bisa menurunkan amarah kita dengan segera.  Saat marah kita cenderung memberikan hukuman yang seberat2ya pada anak kita, dan hanya akan menimbulkan perlawanan baru yang lebih kuat dari anak kita, sementara tujuan pemberian sanksi adalah untuk menyadarkan anak supaya ia memahami perilaku buruknya. Setelah emosi reda, barulah kita memberikan hukuman yang mendidik dan tepat dengan konteks kesalahan yang diperbuat. Ingat, prinsip hukuman adalah untuk mendidik bukan menyakiti. Pilihlah bentuk sanksi atau hukuman yang mengurangi aktivitas yang disukainya, seperti mengurangi waktu main game, atau bermain sepeda.
32. Mengejek:
Orang tua yang biasa menggoda anaknya, seringkali secara tidak sadar telah membuat anak menjadi kesal. Dan ketika anak memohon kepada kita untuk tidak menggodanya, kita malah semakin senang telah berhasil membuatnya kesal atau malu. Hal ini akan membangun ketidaksukaan anak pada kita dan yang sering terjadi anak tidak menghargai kita lagi. Mengapa? Karena ia menganggap kita juga seperti teman2nya yang suka menggodanya, Apa yang seharusnya kita lakukan? Jika ingin bercanda dengan anak kita, pilihlan materi bercanda yang tidak membuatnya malu atau yang merendahkan dirinya. Akan jauh lebih baik jika seolah-olah kitalah yang jadi badut untuk ditertawakan. Anak kita tetap aka n menghormati kita sesudah acara canda selesai. Jagalah batas2 dan hindari bercanda yang bisa membuat anak kesal apalagi malu. Bagimana caranya? Lihat ekspresi anak kita. Apakah kesal dan meminta kita segera menghentikannya? Bila ya, segeralah hentikan dan jika perlu meminta maaflah ayas kejadian yang baru terjadi. Katakan bahwa kita tidak bermaksud merendahkannya dan kita berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
33. Menyindir:
Terkadang karena saking marahnya orang tua sering mengungkapkannya dengan kata2 singkat yang pedas dengan maksud menyindir, seperti, “Tumben hari gini sudah pulang”, atau “Sering2 aja pulang malem!” atau”Memang kamu pikir Mama/Papa in satpam yang jaga pintu tiap malam?”. Kebiasaan ini tidak akan membuat anak kita menyadari akan perilaku buruknya tapi malah sebaliknya akan mebuat ia semakin menjadi-jadi dan menjaga jarak dengan kita. Kita telah menyakiti hatinya dan membuatnya tidak ingin berkomunikasi dengan kita. Apa yang sebaiknya kita lakukan? Katakanlah secara langsung apa yang kita inginkan dengan kalimat yang tidak menyinggung perasaan, memojokkan bahkan menyakiti hatinya. Katakan saja, “Sayang, Papa/Mama khawatir akan keselamatan kamu lho kalo kamu pulang terlalu malam”. Dan sejenisnya.
34. Memberi julukan yang buruk:
Kebiasaan memberikan julukan yang buruk pada anak bisa mengakibatkan rasa rendah diri, tidak percaya diri/mimder, kebencian juga perlawanan. Adakalanya anak ingin membuktikan kehebatan julukan atau gelar tersebut pada orang tuanya. Solusinya Mengganti julukan buruk dengan yang baik, seperti, anak baik, anak hebat, anak bijaksana. Jika tidak bisa menemukannya cukup dengan panggil dengan nama kesukaannya saja.
35. Mengumpan Anak yang Rewel:
Pada saat anak marah, merengek atau menangis, meminta sesuatu de ngan memaksa, kita biasanya mengalihkan perhatiannya kepada hal atau barang lain. Hal ini dimaksudkan supaya anak tidak merengek lagi. Namun yang terjadi malah sebaliknya, rengekan anak semakin menjadi-jadi. Contohnya, anak menangis karena ia minta dibelikan mainan, Kemusian kita berusaha membuatnya diam dengan berusaha mengalihkan perhatiannya seperi, ” Tuh lihat tuh ada kakak pake baju warna apa tuh…”atau” Lihat ini lihat, gambar apa ya lucu banget?” Ingatlah selalu, pada saat anak kita sedang fokus pada apa yang diinginkannya, ia akan memancing emosi kita dan emosinya sendiri akan menjadi sensitif. Anak kita pada umumnya adalah anak yang cerdas. ia tidak ingin diakihkan ke hal lain jika masalah ini belum ada kata sepakat penyelesaiannya. Semakin kita berusaha mengalihkan ke hal lain, semakin marah lah anak kita. Apa yang sebaiknya dilakukan? Selesaikan apa yang diinginkan oleh anak kita dengan membicarakannya dan membuat kesepakatan di tempat, jika kita belum sempat membuat kesepakatan di rumah. Katakan secara langsung apa yang kita inginkan terhadap permintaan anak tesebut, seperti “Papa/Mama belum bisa membelikan mainan itu saat ini. Jika kamu mau harus menabung lebih dahulu. Nanti Papa/Mama ajari cara menabung. Bila kamu terus merengak kita tidak jadi jalan-jalan dan langsung pulang.” Jika kalimat ini yang kita katakan dan anak kita tetap merengek, segeralah kita pulang meski urusan belanja belum selesai, Untuk urusan belanja kita masih bisa menundanya. Tapi jangan sekali-kali menunda dalam mendidik anak.
36. Televisi sebagai agen Pendidikan Anak:
Perilaku anak terbentuk karena 4 hal:  berdasar kepada siapa yang lebih dulu mengajarkan kepadanya: kita atau TV?  oleh siapa yang dia percaya: apakah anak percaya pada kata2 kita atau ketepatan wakyu program2 TV?  oleh siapa yang meyampaikannya lebih menyenangkan: apakah kita menasehatinya dengan cara menyenangkan atau program2 TV yang lebih menyenangkan?  oleh siapa yang sering menemaninya: kita atau TV? Apa yang seharusnya kita lakukan?  Bangun komunikasi dan kedekatan dengan mengevaluasi 4 hal tersebut yang menjadi faktor pembentuk perilaku anak kita.  2, Menggantinya dengan kegiatan di rumah atau di luar rumah yang padat bagi anak2nya.  Gantilah program TV dengan film2 pengetahuan yang lebih mendidik dan menantang mulai dari kartun hingga CD dalam bentuk permainan edukatif.
37. Mengajari Anak untuk Membalas:
Sebagian anak ada yang memiliki kecenderungan suka memukul dan sebagian lagi menjadi objek penderita dengan lebih banyak menerima pukulan dari rekan sebayanya. Sebagian orang tua biasanya tidak sabar melihat anak kita disakiti dan memprovokasi anak kita unutuk membalasnya. Hal ini secara tidak langsung mengajari anak balas dendam. Sebab pada saat itu emosi anak sedang sensitif dan apa yang kita ajarkan saat itu akan membekas. Jangan kaget bila anak kita sering membalas atau membalikkan apa yang kita sampaikan kepadanya. Apa yang sebaiknya kita lakukan?: a. mengajarkan anak untuk menghindari teman-teman yang suka menyakiti. b. Menyampaikan pada orang tua yang bersangkutan bahwa anak kita sering mendapat perlakuan buruk dari anaknya. c. ajaklah orang tua anak yang suka memukul untuk mengikuti program parenting baik di radio atau media lainnya. Bonus: Memotong permbicaraan.
di sadur:
kaskus